BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Dengan
mempelajari tentang iman kepada hari akhir, kita akan mengetahui tentang perlunya beriman kepa hari akhir. Pada
hakekatnya beriman kepada hari akhir adalah meyakini dengan seenuh hati bahwa
hari akhir pasti terjadi atas kehendak Allah SWT dan tidak akan yang tahu akan
kapan kejadian itu terjadi.p heri akhir termasuk rukun iman yang kelima, setiap
orang muslin berkewajiban untuk meyakini bahwa kiamat itu pasti datang, hanya
waktunya kita tidak mengetahuinya. Maka kita harus bersiap-sap mencari bekal.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa pengertian iman kepada hari
akhir?
2.
Dallil-dalil yang menjelaskan
tentang kiamat (naqli dan aqli)?
3.
Apa saja yang menjadi tanda-tanda
hari kiamat?
4.
Macam-macam hari kiamat?
5.
Proses meunuju kehidupan di
akhirat?
6.
Manfaat beriman kepada hari
akhir?
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pendidikan Agama Islam I.
2.
Untuk menambah wawasan keagamaan
khususnya tentang iman kepada hari akhir.
BAB II
PEMBAHASAN
IMAN
KEPADA HARI AKHIR
A.
Pengertian
Hari Akhir
Hari akhir atau hari kiamat merupakan hari
binasa atau hancurnya alam semesta secara total. iman kepada hari akhir adalah
rukun iman yang kelima dan menjadi satu kesatuan keimanan utuh. Beriman kepada
hari akhir adalah mempercayai dan meyakini sepennuh hati bahwa alam semesta ini
suatu saat akan berakhir dan mengalami perubahan yang dahsyat sebagai tanda
berakhirnya kehidupan duni yang fana dan dimulainya kehidupan akhirat yang
kekal. Disebut hari akhir karena tidak ada lagi sesudannya, kedatangan hari
kiamat bersifat pasti. Pengetahuan
tentang hari kiamat ini hanya milik Allah SWT.
“Dan sungguh
(hari) kiamat itu pasti datang, dan tidak ada keraguan padanya; dan sungguh
Allah akan mebangkitkan siapapun yang di dalam kubur.” (Q.S. Al-Hajj/22:7)
B.
Dalil
tentang Hari Akhir
1.
Dalil
Naqli
Iman
kepada hari akhir adalah salah satu rukun iman yang utama selain iman kepada Allah
swt. Menurut Prof. Dr. Quraisy Syihab, dalam bukunya Wawasan Al-Quran halaman
80, dua rukun iman inilah yang paling banyak disebutkan dalam Al-Quran.
Terbukti al-Quran selalu menyebutkan Iman kepada Hari Akhir dan Iman kepada
Allah selalu bersamaan dan berurutan. Diantaranya adalah ayat-ayat berikut !
1. Al-Quran
surat al-Baqarah (2) ayat 8 :
Artinya:
Artinya:
Di
antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari
kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
(Q.S. al Baqarah ayat 8)
2.
Al-Quran surat al-Taubah (9) ayat 8 :
Artinya :
Artinya :
Hanyalah
yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada
Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan
tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang
yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. al
Taubah ayat 8)
3.
Al-Quran surat al-Maidah (5) ayat 69 :
Artinya :
Artinya :
Sesungguhnya
orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa
saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian
dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula)
mereka bersedih hati.(Q.S. al Maidah ayat 69)
4.
Al-Quran surat al-Baqarah (2) ayat 177 :
Artinya :
Artinya :
Bukanlah
menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi
sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian,
malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya
kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang
memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan)
hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati
janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan,
penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar
(imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S. al Baqarah ayat
177)
Dengan
demikian terlihat bahwa keimanan kepada Allah berkaitan erat dengan iman kepada
hari akhir. Menurut Prof.Quraisy Syihab keimanan kepada Allah tidak sempurna
kecuali dengan keimanan kepada hari akhir. keimanan kepada Allah menuntut
adanya amal perbuatan, sedangkan amal perbuatan baru sempurna motivasinya
dengan adanya keimanan tentang adanya hari akhir. Karena kesempurnaan ganjaran
dan balasannya hanya ditemukan di akhirat nanti. Untuk memperkuat argumennya,
beliau menyatakan bahwa kata “yaumul akhir” saja terulang 24 kali, disamping
kata "akhirat” terulang 115 kali dalam Al-Quran. Selain itu Al-Quran
selalu menggugah hati dan pikiran manusia dengan menggambarkan
peristiwa-peristiwa hari akhirat, dengan nama-nama yang unik, misalnya
“al-Zalzalah”, “al-Qari’ah”, an-Naba’, al-Qiyamah”. Istilah-istilah (yang
menjadi nama surat Al-Quran) itu mencerminkan peristiwa dan keadaan yang bakal
dihadapi oleh manusia pada saat itu, dengan tujuan agar manusia beriman kepada
Allah dan hari akhirat, karena manusia akan bertemu Allah, dan manusia pasti
akan mati, karenanya manusia jangan lengah, lupa diri, jangan terpesona dengan
kehidupan dunia yang temporal dan menipu, manusia jangan mempertuhankan harta,
karena harta tidak dapat menolong pemiliknya dari siksa Allah di hari akhirat.
Disamping
itu banyak hadis-hadis rasulullah dengan kwalitas yang berbeda selalu
mengkaitkan kesalehan sosial seseorang dengan kemantapan iman kepada Allah dan
hari akhir. Diantaranya adalah sebagai berikut :
Ø Hadis
tentang kemampuan seseorang untuk selalu bertutur kata yang baik, atau lebih
baik diam jika tidak mampu melakukannya, adalah :
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا اَوْ لِيَصْمُتْ (رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِم عَنْ اَبِى هُرَيْرَة)
Artinya
:
Barang
siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia selalu bertutur kata
yang baik atau lebih baik diam”.(H.R.Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Ø Ketulusan
seseorang dalam menghormati tamu adalah cermin imannya.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ (رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِم عَنْ اَبِى هُرَيْرَة)
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ (رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِم عَنْ اَبِى هُرَيْرَة)
Artinya
:
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. ”.(H.R.Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. ”.(H.R.Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Ø Manisnya
iman adalah lari dari fitnah.
عَنْ
اَبِيْ سَعِيْد الخُدْ رِى أَنَّهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ
اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوْشِكَ اَنْ يَكُوْنَ خَيْرُ مَالِ
الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتَّبِعُ بِهَا شَعْفُ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعُ الْقِطْرِ
يَفِرُّ بِدِيْنِهِ مِنَ الْفِتَنِ
Artinya :
Dari Abu Sa’id Al-Khudry ra. Bahwasanya ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Hampir-hampir sebaik-baik harta orang Islam adalah kambing yang mana ia mengikutinya di pucuk gunung dan tempat yang mendapat hujan dimana ia melarikan agamanya dari fitnah.
Artinya :
Dari Abu Sa’id Al-Khudry ra. Bahwasanya ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Hampir-hampir sebaik-baik harta orang Islam adalah kambing yang mana ia mengikutinya di pucuk gunung dan tempat yang mendapat hujan dimana ia melarikan agamanya dari fitnah.
Perilaku
yang tercermin dari ketiga hadis tersebut, tercapai apabila seseorang memiliki
kemantapan iman kepada Allah dan hari akhirat.
2.
Dalil
‘Aqli
Dalil
‘aqli merupakan argumen untuk memperkuat dalil naqli yang bersumber dari
al-Quran dan Sunnah, karena argumen al-Quran sendiri sudah sangat mampu
mengatasi keragu-raguan manusia tentang adanya hari kiamat tersebut. Mari kita
tampilkan kemungkinan datangnya hari akhir menurut teori para ahli pada
bidangnya masing-masing.
1.
Menurut
Ahli Astronomi
Bumi
dan planet-planet lainnya berputar mengelilingi matahari secara teratur dan
sempurna masing-masing planet mempunyai daya tarik-menarik sehingga beredar dan
bergerak seimbang/serasi. Namun daya tarik menarik itu semakin lama akan
semakin berkurang bahkan hilang sama sekali, akhirnya akan saling bertabrakan
dan hancur, (bandingkan surat at-Takwir 2 dan al-Infiëãr 2).
2.
Menurut
ahli Geologi
Di
dalam perut bumi terdapat gas yang panas yang berkembang dan terus menerus
menekan kearah luar bumi. Akan tetapi bumi itu sendiri mendapat tekanan
(atmosfir) dari luar atau permukaannya, sehingga terjadilah keseimbangan. Namun
diperkirakan bahwa tekanan dari luar semakin lama semakin lemah, bahkan tak
berdaya lagi akhirnya mengakibatkan gas bumi akan meledak dengan ledakan yang
sangat dahsyat dan akan mengeluarkan bola api raksasa yang membawa kehancuran.
(bandingkan dengan surat al-Zalzalah).
3.
Menurut
Ahli Fisika
Menurut
Teori Ilmu Alam bahwa sumber energi terbesar yang dapat memenuhi kebutuhan
semua kehidupan di dunia ini adalah matahari. Begitu juga daya tarik antara
benda-benda angkasa (planet) itu ada ketergantungan dengan energi matahari.
Namun lambat laun sinar matahari semakin melemah, akibatnya mempengaruhi daya
tarik diantara planet-planet tersebut akhirnya tidak ada keseimbangan, maka
terjadilah tabrakan diantara mereka. (bandingkan at-Takwir 1-3)
4.
Pendapat
lain dari Sarjana Astronomi Jh. Van Vierngen dan kawan-kawannya.
Mereka
memperkirakan bahwa alam semesta ini akan meletus akibat dari pengembangan yang
terus menerus tanpa batas. Diumpamakan seseorang yang meniup balon terus
menerus tanpa henti maka balon tersebut akan meledak. Sampai saat ini alam ini
sedang terus mengalami pengembangan, sehingga akan melebihi kapasitas maksimal,
akibatnya langit yang membentang luas itu akan pecah dan hancur berantakan.
(Bandingkan surat al-Ahqãf ;3, at-Tur ;9,ar-Rahmãn ; 37, al-Hãqqah ; 16,
al-Maãrij ; 8 ).
Dengan
adanya kesadaran demikian terdoronglah manusia untuk beriman dan beramal saleh
itulah sebabnya, mengapa keimanan kepada hari akhir itu sangat penting.
C.
Tanda-tanda
Hari Akhir (kiamat)
Kapan
hari kiamat akan tiba memang rahasia Allah, pengetahuan kita hanya terbatas
pada tanda-tanda akan kedatangannya. Sebagaimana firman Allah berikut ini :
1. Q.S.
an-Nãzi’at (79) ayat : 42-44
Artinya :
Artinya :
(Orang-orang
kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah
terjadinya?. Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada
Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). (Q.S. an Nãzi’at
ayat 42-44)
2.
Q.S. al-Isra (17) ayat 51, dialog antara
kaum musyrik dengan Rasulullah tentang kapan hari kiamat (hari kebangkitan).
Artinya :
Artinya :
Atau
suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu".
Maka mereka akan bertanya: "Siapa yang akan menghidupkan kami
kembali?" Katakanlah: "Yang telah menciptakan kamu pada kali yang
pertama". Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan
berkata, "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah: "Mudah-mudahan
waktu berbangkit itu dekat". (Q.S. al Isra ayat 51)
Orang-orang
kafir dan musyrik suka ragu, tentang kemungkinan manusia dibangkitkan kembali
dan kalaupun itu mungkin kapankah hal itu terjadi. Jawabannya adalah
mudah-mudahan dalam waktu dekat. Artinya waktu hari kiamat tetaplah menjadi
rahasia Allah swt.
Prof. Bey Arifin dalam bukunya Hidup Sesudah Mati (hal.182-196) setelah mengutip beberapa hadis rasulullah melukiskan tanda-tanda hari Kiamat ada 15 peristiwa yang mendahuluinya. Dari 15 peristiwa itu menurut beliau 3 diantaranya adalah paling penting.
Prof. Bey Arifin dalam bukunya Hidup Sesudah Mati (hal.182-196) setelah mengutip beberapa hadis rasulullah melukiskan tanda-tanda hari Kiamat ada 15 peristiwa yang mendahuluinya. Dari 15 peristiwa itu menurut beliau 3 diantaranya adalah paling penting.
Ø Munculnya Dajjal
Dajjal
artinya pembohong yang kerjanya cuma menyesatkan manusia. Dajjal ada 2 macam.
Dajjal kecil dan Dajjal besar. Dajjal-Dajjal menyebabkan kerusakan-kerusakan
dalam masyarakat. Kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh Dajjal kecil itu
dinamakan Kiamat Kecil. Dan Dajjal-Dajjal kecil itu telah lahir dan mungkin
dapat kita temukan disekitar kita. Sedangkan Dajjal besar adalah pembohong
kaliber besar yang kerjanya membohongi dan menyesatkan umat manusia dan mereka
akan muncul menjelang Kiamat kubra (kiamat besar) tiba. Coba perhatikan do’a
Rasulullah berikut, yang dikutip oleh Bay Arifin dari kitab Jami’ Shaghir.
اَللهُمَّ
إِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَدَمِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ
وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ
وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ شَرِّ الْغِنَى وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ
الْفَقْرِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّال اللهُمَّ اغْسِلْ
عَنِّى خطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّ قَلْبِى مِنَ
الْخَطَايَا كَمَا يُنَقِّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَس وَبَاعِدْ بَيْنِى
وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
Artinya :
Artinya :
Ya
Allah aku mohon berlindung kepada Mu dari sifat malas dan umur kelewat tua,
dari segala dosa hutang, dari fitnah kubur dan azab kubur, dari fitnah neraka
dan azab neraka, dari bahaya fitnah kekayaan, aku berlindung dengan Engkau dari
fitnah (bahaya) kemiskinan. Dan aku berlindung kepada Engkau dari fitnah
al-Masih Dajjal. Ya Allah bersihkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan
air, dengan salju, dan air mawar, bersihkan pula jiwaku dari kesalahan seperti
bersihnya kain putih dari daki dan jauhkan aku dari kesalahan-kesalahanku
seperti jauhnya jarak antara timur dan barat. (hadis shahih, diriwayatkan oleh
Bukhari, Muslim, Nasa’i, dan Ibnu Majah dari ‘Aisyah).
Dalam
hadis lain Rasulullah bersabda : “Tidak terjadi Kiamat, sehingga muncul hampir
30 orang Dajjal, masing-masing mengakui bahwa ia Rasul Allah.” (H.R.Abu Dawud,
Turmuzi, Nasai dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).
Ø Turunnya Imam Mahdi
Kepercayaan
akan kehadiran Imam Mahdi pada akhir zaman telah merata dikalangan kaum
muslimin.
Ø Turunnya Isa ibnu Maryam A.S.
Menurut
A.Hasan dalam bukunya Verslag Debat Pembela Islam menerangkan bahwa ada lebih
kurang 30 buah hadis yang menerangkan akan turunnya Isa ibnu Maryam AS.
Kedatangannya adalah untuk membunuh semua babi dan menghancurkan semua salib.
Ulama mentakwilkan sebagai kehancuran dan lenyapnya agama Kristen dan
memperkuat agama Islam. Dan kedatangan Isa anak Maryam itu adalah sesudah
munculnya Dajjal.
Ø
Al-Malhamah Al-Kubra
(Perang Dunia Ke-3/ Armageddon) dan penaklukan Konstantinopel (Istanbul)
Ø
Keluarnya Yakjuj dan
Makjuj
disebutkan
dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya’ ayat 96-97:
"Hingga apabila dibukakan (dinding) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun
dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah datangnya
janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata
orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya
kami dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang dzalim.”
Ø
Munculnya asap (Ad-Dukhan)
Munculnya asap pada akhir zaman merupakan salah
satu tanda kiamat besar yang ditunjukkan oleh dalil Al-Kitab
dan As-Sunnah. Dalil-dalil tentang hal ini dari Al- Qur`an
adalah:
“Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap
yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih.” (Ad-Dukhan:
10-11) Maknanya, tunggulah orang-orang kafir itu –wahai Muhammad –
pada hari di mana langit mendatangkan asap yang nyata lagi jelas,
yang menutupi serta meliputi manusia. Ketika itu, dikatakan kepada
mereka: “Inilah adzab yang pedih”,
Ø
Terbitnya matahari dari
sebelah barat
Rasulullah SAW
bersabda:
‘Jika matahari telah terbit dari arah barat dan orang-orang melihatnya,
maka mereka semua beriman. Pada saat itu iman seseorang tidak lagi berguna
untuk dirinya selama dia belum beriman sebelumnya atau memperoleh kebaikan
dalam imannya.”(HR.
al-Bukhari 7/190 dan Muslim nomor 157)
Ø
Keluarnya hewan melata
yang dapat berbicara
Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat
akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia.
Hal ini sebagaimana
firman Allah:
وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ
دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا
يُوقِنُون
Artinya:
“Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka,
kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada
mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”. (QS. An-Naml ayat
82)
Ø
Islam menjadi asing dan
Mushaf Al-Quran diangkat oleh Allah S.W.T
“Dari Abdullah bin Mas’ud
r.a berkata, nabi Muhammad SAW bersabda: bacalah Al-Qur’an dengan baik sebelum
Al-Qur’an itu di tarik kembali oleh Allah, karena belum datang hari kiamat
sebelum Al-Qur’an itu ditarik.”
Tanya sahabat: “apabila al-qur’an ini ditarik maka bagaimana yang telah
dilafal oleh manusia?”
Jawab rasulullah :” semua itu baik yang hafal dan yang ahli mrmbaca tulisan
Al-Qur’an waktu itu mereka sama lupa , lalu mereka melihat kembali al-qur’an tahu-tahu
Al-Qur’an sudah hilang tulisannya tinggal kertasnya yang ada, lalu mereka sama
linglung,dan sama bernyanyi-nyanyi. Dan tinggal menunggu ketentuan Allah SWT.”
Ø
Penghancuran Ka’bah
Imam Ahmad & asy-Syaikhani meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu
anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
يُخْرِبُ الْكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنَ الْحَبَشَةِ.
“Ka'bah akan
dihancurkan oleh Dzu Suwaiqatain dari Habasyah (Ethopia). ”
Ø
Terjadinya tiga gerhana
matahari, di timur, barat dan Jazirah Arab
Ø
Hembusan angin lembut yang
mencabut roh orang-orang mukmin
Ø
Keluarnya api dari Pusat
Kota Adn yang menggiring manusia menuju bumi mahsyar di Negeri Syam
D.
Macam-Macam
Kiamat
1.
Kiamat
Sughra (Kiamat Kecil)
Yaitu
berupa kejadian atau musibah yang terjadi di alam ini, seperti kematian setiap
saat, banjir bandang, angin beliung, gunung meletus, gempa bumi, peperangan,
kecelakaan kendaraan, kekeringan yang kepanjangan, hama tanaman yang
merajalela. Keseluruhan rangkaian kejadian tersebut di atas ditinjau dari segi
aqidah merupakan peringatan dari Allah. Bagi umat yang beriman hal ini
merupakan peringatan dan ujian. Sedangkan bagi umat yang ingkar/kafir merupakan
siksaan atau azab Allah swt.
Allah
berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 155-156 :
Artinya :
Artinya :
“Dan
sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada
orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun". (Q.S.
al Baqarah ayat 155-156)
Firmannya
Allah surat ali-Imran ayat 137:
“Sesungguhnya
telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di
muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan
(rasul-rasul).”(Q.S. ali Imran ayat 137)
2.
Kiamat
Kubra (Kiamat Besar)
Yaitu
masa kehancuran seluruh alam semesta secara masal dan berakhirnya kehidupan
alam dunia serta hari mulai dibangkitkannya semua manusia yang sudah mati sejak
zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir, untuk menjalankan proses kehidupan
berikutnya,
sebagaimana
dijelaskan dalam al-Quran surat al-Zalzalah ayat 1-5.
Artinya :
Artinya :
Apabila
bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah
mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya:
"Mengapa bumi (jadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan
beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian
itu) kepadanya. (Q.S. al Zalzalah :1-5)
Firmannya Allah surat al-Qari’ah ayat 1-5 :
Artinya :
Firmannya Allah surat al-Qari’ah ayat 1-5 :
Artinya :
Hari
Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari
itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu
yang dihambur-hamburkan. (Q.S. al Qari’ah ayat 1-5)
Firmannya Allah surat al-Waqi’ah ayat 1-7 :
Artinya :
Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu yang beterbangan, dan kamu menjadi tiga golongan.(Q.S.al Waqi’ah ayat 1-7)
Firmannya Allah surat al-Waqi’ah ayat 1-7 :
Artinya :
Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu yang beterbangan, dan kamu menjadi tiga golongan.(Q.S.al Waqi’ah ayat 1-7)
Kiamat
Kubra ini tidak ada yang tahu tentang waktu kejadiannya, sebagaimana firman
Allah swt. dalam surat al-A’raf ayat 187.
Artinya :
Artinya :
Mereka
menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah:
"Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku;
tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat
itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat
itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka
bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah:
"Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah,
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (Q.S. al A’raf ayat 187)
E.
Proses
Menuju Fase-fase Kehidupan Akhirat
Pada
hari kiamat nanti manusia mengalami beberapa proses tahapan yang antara lain
sebagai berikut ;
1. Yaumul
Barzakh ( يَوْمُ الْبَرْزَخ ) yaitu masa penantian
sebelum terjadinya hari kiamat besar (kiamat kubra)
Firman Allah dalam surat al-Mukminun ayat 100 :
Artinya :
Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan (Q.S.al-Mukminun : 100)
Firman Allah dalam surat al-Mukminun ayat 100 :
Artinya :
Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan (Q.S.al-Mukminun : 100)
2.
Yaumul Ba’ats (Hari kebangitan dari Alam
Kubur) يَوْمُ الْبَعْثِ
Firman Allah dalam surat al-Mujadalah ayat 6
Artinya :
Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.(Q.S. al-Mujadalah :6)
Firman Allah dalam surat al-Mujadalah ayat 6
Artinya :
Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.(Q.S. al-Mujadalah :6)
3.
Yaumul Hasyr (Hari Berkumpul di padang
Mahsyar). يَوْمُ الْحَشْرِ
Firman Allah dalam surat al-An’am ayat 22
Artinya :
Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamu katakan (sekutu-sekutu Kami)?". (Q.S. al An’am :22)
Firman Allah dalam surat al-An’am ayat 22
Artinya :
Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamu katakan (sekutu-sekutu Kami)?". (Q.S. al An’am :22)
4.
Yaumul Hisãb (Hari
Perhitungan/Pemeriksaan) يَوْمُ الْحِسَابِ
Firman Allah dalam surat al-Insyiqãq ayat 8
Artinya :
Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. (Q.S. al Insyiqaq :8)
Firman Allah dalam surat al-Insyiqãq ayat 8
Artinya :
Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. (Q.S. al Insyiqaq :8)
5.
Yaumul Mîzan (Hari Pertimbangan Amal) يَوْمُ الْمِيْزَانِ
Firman Allah dalam surat al-Anbiya’ : 87
Artinya :
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yuanus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. (Q.S.al Anbiya’ : 87)
Firman Allah dalam surat al-Anbiya’ : 87
Artinya :
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yuanus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. (Q.S.al Anbiya’ : 87)
6.
Yaumul Jaza (Hari Pembalasan) يَوْمُ الْجَزَاءِ
Firman Allah dalam surat al-Mukmin : 17
Artinya :
Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (Q.S. al Mukmin : 17)
Firman Allah dalam surat al-Mukmin : 17
Artinya :
Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (Q.S. al Mukmin : 17)
7.
Surga dan Neraka
Ø Surga
Surga itu adalah tempat kehidupan di akhirat yang
penuh dengan kenikmatan yang hakiki dan abadi sebagai balasan bagi orang yang bertakwa,
beriman dan beramal saleh , yang telah dijanjikan oleh Allah swt. Surga itu
sesuatu yang belum pernah dialami selama di dunia oleh siapapun dan tidak
dibayangkan keadaannya oleh pikiran dan gambaran dalam hati.
Sebagaimana
disebutkan dalam hadis qudsi sebagai berikut :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلم : قَالَ اللهُ تَعَالَى: " اَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِيْنَ ماَلاَ عَيْنٌ رَأَتْ وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ" (رَوَاهُ الْبُخَارى وَ مُسْلِمُ)
Artinya :
Diriwayatkan
dari Abu Hurairah r.a Rasulullah saw bersabda : Allah Ta’ala berfirman “ Aku
telah menyediakan untuk hambaku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat
mata dan belum pernah didengar telinga serta belum pernah tergoreskan dalam
hati manusia (HR.Bukhari Muslim)
Surga
itu tempat yang telah dijanjikan Allah untuk orang-orang yang bertakwa,
sebagaimana firmannya dalam surat ali Imrãn ayat 133 :
Artinya :
Artinya :
Dan
bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.(Q.S.
ali Imran :133)
Surga
dijanjikan Allah untuk orang-orang beriman dan beramal saleh, sebagaimana
firmannya dalam surat al-Baqarah ayat 25
Artinya :
Artinya :
Dan
sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa
bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.
Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka
mengatakan: " Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu".
Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada
istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.(Q.S. al Baqarah :25)
Adapun nama-nama surga disebutkan dalam al-Quran sebagai berikut :
Adapun nama-nama surga disebutkan dalam al-Quran sebagai berikut :
1.
Surga ‘Adn (lihat Q.S. ar-Ra’d (13) :
22-24)
2.
Surga Na’îm (lihat Q.S.al-Waqi’ah (56) :
12)
3.
Surga Ma’wa (lihat Q.S.as-Sajdah (32) : 19
)
4.
Surga Firdaus (lihat Q.S.al-Kahfi (18) : 107)
5.
Dãrus-Salãm (lihat Q.S.al-An’am (6) : 127)
6.
Surga Dãrul Khulud (lihat Q.S.al-Qaf (50)
: 34)
7.
Dãrul Muqomah (lihat Q.S.al-Fatir (35) :
35)
8.
Maqam Amîn ((lihat Q.S.ad-Dukhan (44) :
51)
Ø Neraka
Neraka adalah sesuatu tempat kehidupan di akhirat yang
merupakan tempat penyiksaan yang sangat hebat dan dahsyat, yang dijanjikan Allah
bagi orang-orang kafir (ingkar kepada Allah swt), orang-orang musyrik dan
orang-orang munafik.
Firman
Allah surat al-Baqarah ayat 24 :
Artinya :
Artinya :
Maka
jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat
(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu,
yang disediakan bagi orang-orang kafir. (Q.S. al Baqarah : 24)
Firman
Allah surat al-Baqarah ayat 39 :
Artinya :
Artinya :
Adapun
orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka;
mereka kekal di dalamnya. (Q.S. al Baqarah : 39)
Firman
Allah surat al Bayyinah ayat 6:
Artinya :
Artinya :
Sesungguhnya
orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke
neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk
makhluk. (Q.S. al Bayyinah :6)
Firman
Allah surat an-Nisa’ ayat 145:
Artinya :
Artinya :
Sesungguhnya
orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari
neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi
mereka. (Q.S. an-Nisa’ : 145)
Adapun nama-nama neraka disebutkan dalam al-Quran sebagai berikut :
Adapun nama-nama neraka disebutkan dalam al-Quran sebagai berikut :
1.
Neraka Jahîm (lihat Q.S. al-Infiëar ayat
14 -16)
2.
Neraka Jahannam (lihat Q.S. at-Takasur
ayat 6)
3.
Neraka Hawiyah (lihat Q.S. al-Qari’ah ayat
8-10)
4.
Neraka Huëamah (lihat Q.S. al-Humazah ayat
1-9)
5.
Neraka Saqar (lihat Q.S. al-Mudatsir ayat
26-54)
6.
Neraka Sa’îr (lihat Q.S. al-Mulk ayat
7-11)
7. Neraka
Laìa (lihat Q.S. al-Lail ayat 12-16)
F.
Manfaat Iman Kepada Hari Akhir
1.
Menambah keyakinan bahwa perbuatan di
dunia sebagai bekal kehidupan di akhirat.
2.
Meyakini bahwa Allah swt akan memberikan
balasan kepada hambanya sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing.
3.
Dengan meyakini adanya hari akhir, maka
seseorang akan memiliki sifat optimis dalam menjalani kehidupan di dunia ini
untuk menyongsong kehidupan yang hakiki dan abadi kelak di akhirat.
4.
Menumbuhkan sifat ikhlas dalam beramal,
istiqomah dalam pendirian dan khusuk dalam beribadah.
5.
Senantiasa melaksanakan amar ma’ruf dan
nahi munkar untuk mencapai ridha Allah swt.
6.
Meyakini bahwa segala perbuatan selama
hidup di dunia ini yang baik maupun yang buruk harus dipertanggung jawabkan
dihadapan Allah swt kelak di akhirat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Bahwanya setelah
penulis membuat makalah ini, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut
:
Ø Bahwa
begitu pentingnya kita sebagai umat muslim beriman dan percaya adanya hari
akhir.
Ø Bahwa
dunia adalah awal dari kehidupan kita yang sesungguhnya, karena masih ada
kehidupan di akhirat yang kekal, dan sedang menanti kehadiran kita.
Ø Bahwa
adanya hari kiamat tidak hanya terdapat dalam kajian agama, bahkan kajian ilmu
alam pun bisa lebih meyakikan kita tentang adanya hati kiamat.
B.
Saran
Kami hanya bisa
memberikan satu saran kepada pembaca bahwa, jangan sampai kita terlena dengan
kehidupan yang fana ini. Karena semua apa yang kita miliki akan berakhir.
Marilah kita bersama-sama untuk selalu meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita
kepada Allah SWT, agar selamat di dunia dan di akhirat nanti. Dan kita harus
selalu mempersiapkan diri serta memcari bekal sebanyak-banyaknya untuk bekal di
keidupan selanjutnya yang bersifat kekal (akhirat).
DAFTAR PUSTAKA
Saputra, thoyibah. Aqidah akhlaq.
Semarang. PT. Karya Toha Putra. 1996
Margiono dkk. Agama Islam 3. Jakarta.
Yudhistira.2006.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar